Diskusi Publik merupakan acara seminar diskusi yang mengangkat tema tertentu dan mengundang narasumber yang memiliki kemampuan di dalamnya (pakar).  Pada Diskusi Publik tahun ini mengangkat tema Remaja, Asmara, dan Kekerasan dengan tujuan membangun pola pikir, opini, dan sikap terhadap fenomena (tema) yang diangkat.

dispub 1

Mengapa remaja yang diangkat dalam diskusi publik? Kami bersepakat bahwa remaja merupakan tonggak sebuah perubahan dalam setiap elemen pergerakan, Negara bukan hanya lingkup asmara dan kekerasan. Pada diskusi publik tahun ini, kami mencari korelasi antara ketiga hal tersebut yang sedang menjadi fenomena kekinian. Acara tersebut diselenggarakan oleh Departemen Kebijakan Publik BEM Fakultas Psikologi 2014 pada hari sabtu 21 Juni 2014 bertempat di gedung BKK, Jalan Sriwijaya, Semarang.  Acara tahun ini tidak hanya dihadiri oleh kalangan mahasiswa fakultas psikologi saja, tetapi juga terdapat mahasiswa dari fakultas yang lain seperti teknik, hukum, perikanan dan ilmu kelautan, bahkan ilmu budaya, dan lain sebagainya.

Acara Diskusi Publik tahun ini mengundang Bu Ari Tris Ochtia Sari dari Lapas Kedungpane dan Pak Reza Indragiri Amriel dari Jakarta sebagai Psikolog Forensik, serta di moderator oleh M. Zulfa Alfaruqy yang merupakan mantan ketua Senat Fakultas Psikologi periode 2012-2013.

dispub 2

Materi pertama dibawakan oleh Bu Okta sapaan akrab Bu Ari Tris Ochtia Sari tentang Treatment dan mengungkap kehidupan para napi di lapas. Bu Okta menjelaskan bahwa Lapas bukanlah tempat yang begitu ‘mengerikan’ seperti yang di gambarkan khalayak luar, di lapas tersebut banyak pelatihan kemampuan sehingga napi memiliki bekal saat bersosialisasi kembali di lingkungannya.

dispub 3

Materi kedua disampaikan oleh Pak Reza tentang bagian remaja dan kekerasan. Pak Reza lebih banyak menjelaskan kasus yang pernah ditanganinya dalam ranah remaja, seperti kasus Emon. Namun, Beliau memberikan banyak lemparan pertanyaan dan pendapat kepada peserta Diskusi Publik. Pada diskusi tersebut beliau memberikan pemaparan bahwa perawatan bagi seorang anak atau remaja yang terbaik adalah di rumah, bukan pusat rehabilitasi atau sejenisnya. [BA]