tips-memilih-jurusan-kuliah

Bagi sobat BEM yang saat ini sedang duduk dikelas XII mungkin sedang galau nih, hehehe…. Bagaimana tidak, masa-masa SMA sudah hampir berakhir, dan kini jenjang baru sudah berada didepan mata, apalagi kalau bukan jenjang pendidikan tinggi. Memilih perguruan tinggi dan memilih jurusan kadang membuat banyak siswa galau, sudah mencari banyak informasi, sudah melakukan konsultasi keberbagai pihak, namun begitu kadang tidak ada pencerahan. Nah mungkin di postingan ini sobat BEM yang lagi pada galau karena milih jurusan, bisa hilang galaunya dengan beberapa tips dalam memilih jurusan berikut ini.

Pahami Minat dan Bakat

talent-passion-potential

Tidak mudah memang untuk mendeteksi bakat yang kita miliki, namun begitu bukan berarti kita tidak memiliki bakat. Setiap orang memiliki potensi dan bakatnya masing-masing, namun kebanyakan orang tidak mengetahui bakat yang mereka miliki begitupun dengan potensi mereka. Ada banyak cara untuk mengetahui bakat dan potensi yang kita miliki, cara yang paling mudah tentu saja melalui tes bakat yang sekarang banyak bertebaran secara gratis di internet, walaupun tidak seratus persen akurat setidaknya hal tersebut bisa membantu kita untuk menemukan gambaran mengenai bakat apa yang kita miliki. Cara lain yang mungkin bisa digunakan dengan berinstrospeksi, dengan berintrospeksi kita dapat mendalami kehidupan dan tentunya potensi dan bakat yang kita miliki, cara ini memang cukup efektif walaupun tingkat biasnya cukup tinggi. Dengan merenung kita biasanya akan mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap diri kita sendiri, termasuk didalamnya bakat yang kita miliki.
Perlu di ingat, manusia memiliki potensi yang tidak terbatas, potensi memang berbeda dengan bakat namun begitu orang berbakat pasti memiliki potensi yang lebih menonjol dibandingkan mereka yang tidak. Kenapa manusia memiliki potensi yang tidak terbatas, hal itu mudah saja, karena manusia memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal, dari hal yang paling sederhana sampai pada hal yang rumit. Lalu mengapa ada orang yang begitu handal dalam suatu hal dan adapula yang tidak memiliki kompetensi yang cukup dalam banyak hal, jawaban nya kita pun sudah tahu, yaitu latihan, pembiasaan, dan sebagainya yang membuat seseroang dapat memaksimalkan potensi yang mereka miliki.

Membahas mengenai minat, apa sebenarnya yang dimaksud dengan minat, minat merupakan suatu kecenderungan seseorang terhadap sesuatu, bisa dikatakan pula sebagai suatu ketertatikan. Kadang menemukan minat kita sama susahnya dengan menemukan bakat yang kita miliki, ya walaupun kadang kita memiliki bakat yang tidak kita minati namun begitu minat dan bakat tetap ada kaitannya. Cara menemukan minat yang kita miliki tak berbeda jauh dengan cara mendeteksi bakat, ya bisa dengan merenung, ikut semacam tes, bertanya pada orang lain, dan mencoba beberapa hal baru, minat juga biasanya berkaitan dengan hal yang paling kita sukai.

Mencari Informasi Seputar Jurusan dan Universitas

Widener_Library,_Harvard_University,_Cambridge_MA

Informasi merupakan suaru sumber daya yang sangat penting, karena dengan informasi kita dapat mengambil keputusan terbaik dan paling bijaksana, kesalahan dalam mengelola informasi akan berakibat fatal dalam pengambilan keputusan, termasuk keputusan dalam memilih jurusan dan universitas. Alangkah bijak nya sebelum memilih sebuah jurusan kita mencari informasi seputar jurusan tersebut, semisal apa saja yang dipelajari, peluang kerja setelah lulus, bagaimana sistem pembelajaran, akreditasi dan sebagainya. Pemilihan universitas pun menjadi pertimbangan tersendiri, carilah informasi seputar universitas-universitas yang memang kita minati, seperti biaya hidup dilingkungan kampus, biaya kuliah, akreditasi universitas, fakultas dan jurusan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan universitas tersebut. Informasi yang kita miliki memungkinkan kita untuk tidak salah memilih jurusan dan universitas, bila kita tidak memiliki informasi mengenai jurusan yang kita pilih mungkin akan membuat kita kecewa setelah memasukinya karena tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan.

Realistis

IDEALIME-REALISTIS

Memilih jurusan dan universitas pun kita harus realistis, bila memang persaingan yang harus dihadapi terlalu ketat mungkin kita harus menyiapkan beberapa cadangan atau bahkan memutar otak untuk mencari universitas ataupun jurusan lain dengan tingkat persaingan lebih rendah. Namun begitu jika kita memang cukup percaya diri untuk mampu masuk ke Univ dan jurusan yang kita tuju hal itu sah-sah saja dicoba, tapi tetap saja kemungkinan diterimanya memang cukup kecil. Bagi mereka yang cukup pandai disekolah dan bahkan mungkin mengikuti bimbel persiapan menuju perguruan tinggi, tantangan seperti persaingan yang ketat mungkin bukan sesuatu yang perlu di khawatirkan, tapi bagi mereka yang hanya bermodal kemampuan pas-pasan dan tidak memiliki persiapan berupa ‘pendidikan khusus’ hal tersebut mungkin akan jadi problematika tersendiri.

Mintalah Saran dari Orang Lain, Utamanya dari Orang Tua

berbakti-ke-orang-tua

Meminta sarang dari orang lain seputar jurusan bukanlah sesuatu yang salah, karena orang lain memiliki sudur pandang berbeba yang akan membantu kita untuk melihat sesuatu dari sudut yang berbeda pula. Kita bisa meminta saran kepada teman, guru maupun saudara, namun begitu saran terbaik biasanya datang dari orang tua. Walaupun terkadang orang tua kadang memaksa anaknya untuk memasuki jurusan tertentu, namun bukan berarti orang tua tidak memperdulikan pilihan anaknya, jika masalah pemilihan jurusan dibicarakan bersama dalam suasana yang baik tentu saja pilihan akhir yang muncul merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil.